Di balik kelezatan kuliner khas Tasikmalaya, ada satu teknik memasak tradisional yang jarang diketahui banyak orang: Leumeung Meri. Metode ini menjadi rahasia di balik keempukan daging bebek yang disajikan di berbagai warung makan pinggir jalan hingga restoran lokal di wilayah Priangan Timur tersebut. Kata “leumeung” dalam bahasa Sunda berarti direbus, sementara “meri” merujuk pada proses pematangan daging dengan bumbu rempah khas selama waktu tertentu—biasanya lebih dari satu jam—sehingga tekstur daging menjadi sangat empuk tanpa kehilangan rasa gurih alaminya.
Proses Leumeung Meri tidak sembarangan. Warga Tasikmalaya biasanya menggunakan bumbu dasar seperti bawang putih, jahe, lengkuas, serai, daun salam, dan kunyit yang dihaluskan lalu direbus bersama bebek utuh atau potongan. Api kecil dan durasi panjang menjadi kunci agar bumbu meresap sempurna hingga ke serat-serat daging. Setelah direbus, bebek kerap digoreng sebentar untuk memberikan tekstur renyah di luar namun tetap lembut di dalam—kombinasi yang sulit ditolak lidah siapa pun.
Tidak heran jika sajian bebek ala Tasikmalaya kini mulai dilirik wisatawan kuliner dari luar daerah. Bahkan, beberapa penjual membawa resep turun-temurun ini ke kota-kota besar dengan tetap mempertahankan metode Leumeung Meri sebagai ciri khasnya. Bagi pencinta kuliner autentik, mencicipi bebek empuk hasil Leumeung Meri adalah pengalaman wajib saat berkunjung ke Tasikmalaya.
Sambil menikmati hidangan lezat ini, Anda juga bisa mencari hiburan lain yang seru dan menguntungkan. Misalnya, dengan mencoba peruntungan di Indobet, platform yang menawarkan berbagai pilihan game menarik untuk mengisi waktu luang.