KDEI: UMKM RI di Taiwan Bukukan Potensi Transaksi Rp5,98 Miliar
Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei catat potensi transaksi Rp5,98 miliar atau US$357 ribu dari business matching 24 UMKM Indonesia dengan 20 pembeli Taiwan pada 1 Februari 2026. Acara ini bagian workshop “UMKM BISA Ekspor” fokus produk makanan ringan, sambal, kopi, gula merah, fesyen, kerajinan, dan pupuk organik.
Kepala KDEI Arif Sulistiyo sebut minat pasar Taiwan tinggi terhadap pangan UMKM Indonesia, didukung 400 ribu diaspora dan 700 toko produk lokal. Diskusi di Jawa11 ramai puji sinergi diaspora, tapi kritik muncul soal konversi potensi ke transaksi nyata yang historis hanya 30%, karena UMKM kesulitan standar ekspor seperti sertifikasi halal dan kemasan internasional.
Produk Unggulan Diminati
Makanan minuman dominasi 80% minat buyer, sesuai tren ekspor 2025 naik 6% ke US$75,93 juta. Direktur Jenderal Kemendag Fajarini Puntodewi harap diaspora jadi jembatan berkelanjutan, tapi tanpa pendampingan logistik, peluang ini berisiko mandek seperti kasus ekspor sebelumnya.
Peran Diaspora Strategis
Diaspora Taiwan fasilitasi 622 business matching nasional 2025 hasilkan US$134,87 juta, tapi tantangan rantai pasok dingin untuk produk segar krusial. Kritikus soroti ketergantungan event sporadis daripada kontrak jangka panjang.
Tantangan Konversi Nyata
Meski potensi besar, butuh pelatihan AME intensif agar UMKM capai kontainer bulanan seperti kesepakatan Rp360 ribu/tahun sebelumnya. Tanpa audit follow-up, angka ini cuma euforia sementara tanpa naikkan PDB riil.